Senin, 05 Maret 2012

Oksigen DItemukan di Dione, Bulannya Saturnus




dione


Pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa
Amerika Serikat (NASA) yang mengitari Planet Saturnus telah mengidentifikasi
lapisan atmosfer oksigen yang tipis pada cincin planet Dione, bulan Saturnus.
Atmosfer Dione 5 triliun kali lebih padat dibandingkan dengan udara pada
permukaan Bumi.





Atmosfer Dione dideteksi oleh pesawat ruang
angkasa NASA, Cassini, yang melihat lapisan oksigen sangat tipis, setara dengan
dengan kondisi 300 mil atau 480 km di atas bumi.





Bedanya, pada Dione, hanya ada satu ion
oksigen dalam setiap 0,67 kubik inchi atau satu ion untuk setiap 11 kubik
sentimeter di ruang angkasa. Ada perbedaan pendapat, ilmuwan yang tergabung
dalam misi Cassini ini mengatkan bahwa jumlah tersebut belum cukup sebagai
sebuah atmosfer.





"Kami saat ini mengetahui bahwa Dione,
bulan Rhea merupakan sebuah sumber molekul oksigen," kata Robert Tokar,
anggota Tim Cassini Laboratorium Los Alamos yang juga pemimpin studi di New
Mexico dalam sebuah pernyataan.





"Ini menunjukkan bahwa molekul oksigen
pada dasarnya umum dalam sistem Saturnus. Memperkuat dugaan bahwa ini terjadi
dari sebuah proses yang tidak melibatkan kehidupan," tambahnya.





Oksigen di Dione kemungkinan berpotensi
dihasilkan oleh fotosintesis matahari atau partikel berenergi tinggi yang
membombardir permukaaan yang melindungi lapisan es bulan Saturnus itu. Tokar
menjelaskan bahwa serangan tersebut melepaskan ion oksigen ke atmosfer.
Kemungkinan lain, oksigen adalah hasil dari proses geologi.





Dione bukan satu-satunya bongkahan batu yang
mengandung atmosfer di tata surya. Lapisan tebal atmosfer diketahui
menyelubungi Bumi, Venus, dan Mars. Juga bulan terbesar dari Planet Saturnus,
Titan.





Atmosfer tipis pada bulan Saturnus yang lain,
Rhea, Dione, yang mirip  juga terdeteksi
oleh NASA pada 2010.





Temuan oksigen pada Dione, tak lantas membuat
pendapat pada ilmuwan berubah. Mereka tetap yakin Dione tak punya daya dukung
kehidupan. "Namun riset terbaru menunjukkan, Dione jauh lebih menarik dari
yang sebelumnya kami pikirkan," kata Amanda Hendrix, Deputi Proyek Sains
Cassini pada Jet Propulsion Laboratory NASA, Kalifornia. Amanda tidak ikut
dalam studi Tokar.


"Ilmuwan kini menggali Dione melalui data
Cassini untuk melihat lebih detail bulan ini," katanya.





Pejabat NASA menjelaskan Dione ditemukan pada
1684 oleh astronom Giovanni Cassini. Bulan ini dinamai sesuai Dewa Yunani,
Dione. Penyair kuno Yunani, Homer menggambarkan Dione sebagai ibu dari Dewi
Aphrodite.





Dione merupakan salah satu bulan terkecil
Saturnus dengan luas 698 mil atau 1123 km. Dione mengorbit Saturnus setiap 2,7
hari pada jarak 234 ribu mil atau 377,4 ribu km. ukuran ini sama dengan bulan
bumi.





NASA meluncurkan misi Cassini pada 1997 yang
mengorbit Saturnus sejak Cassini mendatangi cincin planet terbesar tersebut
pada 2004. Misi tersebut merupakan upaya kerjasama NASA dan agen ruang angkasa
Eropa dan Italia. Kerjasama tersebut telah diperluas beberapa kali, terkahir
sampai 2017.





Studi detail terkait hal ini akan dijelaskan
pada Jurnal Geophysical Research.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar